kaptolski-dvori.com

Wisata Menyenangkan Di Benua Asia

×

Tag: Kuliner Medan

Pulang Ceng Beng ke Medan? Kuliner Non Halal Pantang Lewat!

Selain acara Lunar New Year atau Tahun baru Imlek banyak momen penting yang dilakukan oleh para keluarga besar untuk dapat berkumpul bersama. Kalangan peranakan Tionghoa memiliki kebiasaan untuk berkumpul dengan sanak saudara baik itu mereka yang tinggal di lokasi yang daerahnya berjauhan untuk menikmati masa kebersamaan diantaranya. Peringatan seperti acara Cheng Beng atau berziarah ke kuburan untuk suku Tionghoa menjadi suatu momen besar yang sering dikerjakan untuk mengikatkan kembali tali persaudaraan yang sudah semakin pudar akibat kesibukan masing-masing.

Salah satu suku di Indonesia seperti orang medan sering memanfaatkan waktu ini untuk mengambil jatah cuti dari pekerjaannya dalam rangka kembali mengunjungi sanak keluarga di tempat asalnya. Kegiatan berkumpulnya para sanak saudara keluarga terutama kalangan orang Medan, tidak bisa dilepaskan dari satu kegiatan utama yang menjadi aktivitas yang wajib dikerjakan mereka yaitu ‘makan’. Sama seperti konsep yang sering diusung dalam suatu iklan yang menggambarkan atas acara yang sering dikerjakan saat satu hingga beberapa orang berkumpul bersama. Acara makan-makan ini bisa dilakukan dalam waktu kapanpun dan tidak ditentukan waktu tepatnya harus jam berapa. Entah itu kegiatan sarapan, makan siang atau makan malam, pokoknya saat waktu ngumpul bersama harus dilakukan sambil acara makan bersama.

Salah satu kegiatan yang cukup terkenal dalam sejarah suku Tionghoa seperti acara Ceng Beng, aktivitas makan juga menjadi kegiatan wajib yang perlu untuk dilakukan. Terlebih lagi jika makanan yang disantap merupakan sajian lezat yang menggugah selera akibat rasanya yang begitu menggiurkan lidah ditambah dengan wangi semerbak yang menggoda mulut untuk ingin menyantapnya segera. Salah satu menu makanan yang menjadi favorit adalah berjenis babi. Artikel ini akan menyajikan informasi akan kuliner serta tempat makan yang dapat dikunjungi untuk menikmati makanan Non Halal yang sering disukai oleh banyak orang. Selamat membaca!

Soto Babi Aseng

Tempat ini memberi pengalaman yang mengesankan dari aktivitas mengkonsumsi makanan yang tersedia disana. Sejak saat melangkah masuk ke dalam kedai, aroma soto yang mengisi udara di tempat makan ini menjadi suatu kenangan yang sulit untuk bisa dilupakan. Banyak orang juga kerap bernostalgia akan wangi dan rasa dari soto ini saat dimakan sebelumnya. Tempat makan Soto Babi Aseng ini lokasinya berada tepat di seberang sekolah WR Supratman. Oleh karena itu tentu para murid dari sekolah itu saat jam pulang dan dijemput oleh orang tuanya pasti sempat beberapa kali berkunjung ke tempat ini. Selain menyediakan soto babi, tempat makan ini juga menyediakan kedai kopi dengan penawaran akan aneka macam jenis kopi yang tak kalah menggugah selera.

Untuk kamu yang sedang mencari sensasi baru dari makanan jenis Soto seperti dari beberapa restoran yang populer, soto babi Aseng ini dapat menjadi pilihan yang menarik. Dengan menghadirkan citarasa yang lebih gurih, lengkap dengan aroma rempah yang cukup ringan dan citarasa kuah yang tidak terlalu kental namun tetap menyajikan akan cita rasa soto yang khas, banyak pecinta makanan ini percaya bahwa makanan soto ini dapat dinikmati dalam jumlah yang banyak tanpa meninggalkan rasa yang kurang enak di tenggorokan setelah habis memakannya.

Namun soto babi Aseng ini cenderung agak sedikit berminyak. Sehingga bagi mereka yang kurang menyukai jenis makanan berminyak dapat agak sedikit kurang cocok dengan soto ini. Hanya tekstur dagingnya cukup lembut dan jauh dari rasa alot saat digigit. Sehingga keunggulan rasa ini menjadi nilai tambahan yang dapat menutupi masalah yang agak sedikit berminyak tersebut. Jika anda merasa kurang begitu cocok dengan daging babi, tempat makan ini juga menyediakan daging ayam sebagai pilihan untuk pengganti menu daging yang dipilih. Sosok koh Aseng sebagai sang chef akan dengan senang hati memasakkan makanan daging pilihan anda untuk dikonsumsi disini maupun untuk dibawa pulang. Kuah soto yang digunakan dalam racikan soto babi maupun soto ayam tetap jenisnya sama.

Suasana kedai kopi yang nyaman ini menjadi salah satu faktor banyak pelanggannya untuk terus mengunjungi tempat ini. Semua orang yang berkunjung ke tempat ini dari aneka macam kalangan seakan-akan dapat menyatu menjadi satu tanpa terjadi perbedaan di antara mereka. Rasa kekeluargaan yang cukup terasa hangat dapat dinikmati dengan mudah sehingga membuat suasana menjadi nyaman saat sedang berkunjung ke tempat ini dan duduk di tengah ruangan kedai makan ini. Bangunan ini juga menggunakan interior yang jenisnya masih tergolong cukup tradisional seperti meja granit, plafon yang terlihat sudah termakan usia, faktor dinding keramiknya yang sudah banyak menguning. Faktor-faktor ini dapat membuat anda terus berpikiran akan aktivitas kuliner di kota Medan saat berangkat pulang dari acara di kota Medan ini.

Lokasinya dari kedai soto Babi Aseng ini cukup mudah untuk dapat ditemukan. Restorannya berada di Jalan Asia Simpang Jalan Lahat dengan arah kedai kopinya yang menghadap langsung ke jalan Asia. Satu hal yang menarik lagi akan tempat makan satu ini seperti jam operasional dari restoran ini menggunakan sistem buka dari pukul 07.00 pagi dan baru tutup saat makanan yang dijual sudah habis. Dengan kata lain jam tutupnya bisa sangat beragam, tergantung faktor laris atau tidaknya penjualan di hari itu.

Nasi Siobak/CharSiew Akiong

Berbeda dengan Soto Babi Aseng akan selalu buka sejak jam 8 atau jam 9 di tempat makannya, Siobak Akiong justru baru sekitar jam segitu memulai bisnis kulinernya. Namun prinsip ini jangan anggap remeh terlebih dahulu, karena meskipun gedung tempat berjualannya tergolong cukup sederhana dan cukup kecil dengan hanya menyediakan 5 meja saja, dagangan dari sosok Acek ini cukup laris manis setiap harinya. Banyak penggemarnya yang rela berkunjung dari pusat kota hanya untuk kemari demi menikmati porsi Nasi Siobaknya yang begitu menggoda. Bahkan aksi dari sosok Acek yang sudah agak berumur ini cukup sulit untuk ditangkap kamera saat sedang asyik bekerja. Ia sering bekerja dalam tempo yang cepat untuk menghasilkan aneka produksi yang disajikan di tempat makan usahanya.

Seporsi Nasi Siobak-nya lengkap banget. Masakan CharSiew-nya dibakar hingga garing dan sedikit terasa manis. Daging dari Charsiew ini juga terasa lembut. Tidak hanya itu, Siobaknya terasa juicy dan smokey dipotong dalam ukuran yang cukup lebar dan disajikan di atas piring. Telur kecap, LapChiong serta Ayam Goreng juga menjadi kelengkapan dalam seporsi Nasi Siobak Akiong. Tidak hanya jasa laundry yang menyediakan ukuran kiloan, Siobak dan CharSiew Acek Akiong juga dapat dipilih dalam ukuran kiloan. Siobak Akiong biasanya sudah habis terjual hingga ludes sebelum jam 1 siang. Maka dari itu anda harus buru-buru jika mau berkunjung ke tempat ini.

BPK Haleluya

Tempat makan yang satu ini juga menjadi suatu tempat makan yang unik. Bisa dilihat dari penerapan nama yang digunakan sebagai gambaran dari tempat makannya. Tidak terlalu diketahui alasan dari penggunaan nama ini, namun banyak orang menganggap tempat ini bagaikan cahaya terang yang memberi solusi bagi langkahnya saat sedang mencari makanan di kota Medan. Daging babi panggang yang diolah di restoiran ini juga cukup juicy dan empuk serta tak lupa banyak berlemak. Bumbu yang digunakan dari makanan babi panggang di tempat ini juga tidak sebasah seperti jenis makanan serupa. Demikian informasi mengenai 3 tempat menarik yang dapat anda nikmati sajian kuliner non halalnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan anda sempat untuk mencoba langsung lezatnya makanan yang diinformasikan di atas.